Melepas yang telah pergi, mengantar kehilangan

Di balik selimut dan gigil yang panjang, aku sesekali mengenang, mengarang, dan berjuang tenang.

Aku melawan demam, mengganti makan dengan minum beberapa tegukan. Mengalihkan malam menjadi siang, dan tidur menjadi tersadar. Betapa kesedihan merampas malam yang ku rindukan lepas di atas ambal. Aku memikirkan kengerian, kematian dan ketiadaan.

Dengan jalan apa untuk tetap mencintai orang yg ku benci dan membenci orang yang sekaligus ku cintai.

Aku menemukan orang yang tak ingin berbicara denganku kendati memaki dari balik punggungku

Entah saat itu juga aku ingin benar-benar menjadi majenun yang gila terhadap laila yang telah damai dipelukan pundak lain sembari mengejekku yang kalah di belakang permainan.

Saat itu juga aku ingin menjadi sesat akal hanya untuk bisa lupa.

Waktu melesat, meski aku kukuh tak ingin berjalan. Namun aku juga tak akan mengingkari sebuah ucapan.

Kurasa, aku benar-benar tak ingin melupakan namun juga tak menutup batas semua cacian. Juga, meski memaafkan, aku pun tak membuka pintu belas kasihan, terlebih penyesalan.

Kendati aku muram, dan membungkuk selamanya disitu, tetapi aku ingin bangkit dari angan-angan dan menyibak kehidupan yang baru. Sebab, tiada lagi yang dapat ku kenang. Tiada satu kata pun yang sudi untuk rela kuingat. Aku meluruhkan seluruh cerita dan menepik deras semua makna.

Aku menyaksikan tawamu pecah di mata perempuan lain. Juga menyaksikan ruang yang dulu kau sisihkan hilang dan luruh pada tubuh yang bukan aku. Walaupun mematikan, demikian aku percaya pada cinta yang datang untuk menghidupkan. Atau kau kembali pulang, namun lagi-lagi dadaku yang gerimis telah betul-betul melucuti kepercayaan.

aku merebahkan tubuh di atas pualam, memunguti sisa tubuh yang menjadi abu dan menyusunnya kembali utuh

sesekali, kuucapkan salam perpisahan dan menahan segala kemurkaan, dan mengakui bahwa cinta lebih lapang dari segala kemarahan.

~ bila maaf umpama pintu, kau bisa masuk ke dalam hatiku tanpa mengetuknya lebih dulu ( Agus Noor).

If you need your space, Then just walk away

If you need your space, Then just walk away